Jurus Hiroyasu Naito Pertahankan Kualitas Rinnai

Jurus Hiroyasu Naito Pertahankan Kualitas Rinnai – Menyebut nama ‘Rinnai’ orang akan ingat kompor gas. Salah satu produk andalan Rinnai ini juga ternama di berbagai negara. Kompor gas merupakan salah satu produk ikonik Rinnai. Selain itu, pemanas air (water heater) buatan Rinnai juga populer di negara empat musim. Lalu bagaimana Rinnai Corporation, Japan mempertahankan kualitas sekaligus terus berinovasi? Detikcom mengunjungi dua dari empat pabrik Rinnai di Jepang yaitu Oguchi dan Seto di Nagoya, Jepang. Setelah melihat alur produksi water heater dan kompor gas, detikcom berkesempatan bertemu langsung dengan Mr. Hiroyasu Naito, President Director Rinnai Corporation, Japan.

Pria 63 tahun bertubuh ramping ini menerima detikcom di kantor pusat Rinnai Corporation, di Nakagawa-ku, Nagoya. Ia menuturkan strategi dan rahasianya menjalankan bisnis Rinnai yang tahun ini memasuki usia 98 tahun. Sampai dengan saat ini, telah 13 tahun ia melanjutkan bisnis yang telah dibangun oleh Kenkichi Hayashi dan Hidejiro Naito sejak 98 tahun lalu. Menurutnya, tidak ada rahasia besar dari sukses yang diraih Rinnai. Ia selalu fokus dan berorientasi pada motto ‘quality is our destiny’. Keamanan dan kepercayaan menjadi prioritas utama untuk konsumen.

“Produk kami merupakan buatan sendiri. tidak seperti kamera yang sama di seluruh dunia dan bisa dipakai di mana saja. Tapi produk kami selalu disesuaikan dengan gaya hidup konsumen masing-masing negara,” ungkap pria bersuara lembut ini.

Saat menerima tongkat estafet kepemimpinan sebagai President Director Rinnai Corporation, Japan tahun 2005, bukan tak ada kesulitan. Ia harus menghadapi kompetitor dan mempertahankan eksistensi Rinnai di pasar global. Yang menjadi fokus utama saat pertama kali ia menerima tugas adalah memperhatikan kompetitor.

“Produk kami harus punya daya tarik bagi konsumen. Tidak asal produksi produk baru. Setiap produk kami harus punya daya tarik dan menyenangkan konsumen. Harus berupa produk original,” ungkapnya dengan nada serius.

Setelah 5 tahun ia menjadi President Director barulah kompetitor mengakui jika produk baru Rinnai selalu menarik perhatian. Padahal tak banyak produk baru yang dibuat dalam masa itu. Karyawan Rinnai juga merasakan banyak perubahan. Dalam tradisi, perusahaan harus memperhatikan karyawan yang bekerja untuk perusahaan. Karenanya gaji dan fasilitas karyawan sangat diperhatikan agar termotivasi bekerja lebih baik.

Motto ‘Quality is our Destiny’ tak sekedar ucapan. Tetapi Mr. Naito berusaha keras mengaplikasikan dalam setiap lini produksi. Rapat ‘quality assurance’ menjadi agenda wajib yang diikuti seluruh lini produksi.
Kegagalan dalam produksi selalu diperkecil. Di dalam rapat tersebut dibahas penyebabnya dan bagaimana mengatasinya dengan cepat. Melakukan pengawasan kualitas terus menerus memerlukan waktu dan kesabaran.

“Salah satu pelanggan luar negeri kami biasa membeli pemanas air gas dari perusahaan Jerman yang terkenal di masa lalu. Ketika kegagalan kualitas terjadi, perusahaan Jerman tersebut selalu menjawab kepada pelanggan kami bahwa Kami selalu menyediakan produk-produk berkualitas terbaik untuk anda tetapi tidak ada tindakan yang diambil untuk memecahkan masalah sama sekali,”.

Di sisi lain, Rinnai selalu mencoba menyelesaikan masalah dengan segera dan mengambil semua tindakan yang diperlukan. Inilah sebabnya mengapa porsi pembelian dari pelanggan tersebut terhadap Rinnai saat ini mencapai 70%-80%. Itulah sebabnya produk Rinnai mendapatkan beragam penghargaan karena kualitas dan keamanannya, baik di Jepang maupun di Indonesia. Banyak varian produk yang diproduksi Rinnai sekarang, terutama peralatan gas. Namun, dalam 10 tahun hingga 50 tahun ke depan, kemungkinan Rinnai akan memproduksi peralatan dengan daya listrik yang memenuhi keinginan konsumen akan produk yang aman dan baik kualitasnya.

Toppoker789 adalah Situs Poker Online Yang Dimulai dari Tahun 2016. Kami menyediakan beraneka ragam permainan terpopular dan menarik seperti Poker88, Domino Online, Bandar Ceme, Capsa Susun dan sebagainya.